Paracetamol Ibuprofen Bagus Mana?

Paracetamol ibuprofen merupakan dua macam obat alagesik atau pengilang rasa sakit yang umumnya kita minum. Karena kedua obat algesik tersebut sangat mudah kita temukan disekitar kita. Secara kimiawi paracetamol bisa kamu temukan dengan mudah dalam Panadol, kemudian Bisolvon maupun Tempra. Sedangkan untuk ibuprofen yang berfungsi sebagai anti peradangan non steroid bisa kamu temukan pada Advil, kemudian Proris atau naproxen dan juga pada obat aspirin ya.

Paracetamol ibuprofen adalah dua obat yang berbeda loh namun seringkali secara umum tercampur. Dimana keduanya bisa mengatasi rasa sakit ketika sedang deman dan menurunkannya. Kedua obat ini kamu peruntukkan bagi mereka yang masih anak-anak maupun yang sudah dewasa hanya bedakan saja dosisnya.

Perbedaan yang paling menonjol paa paracetamol ibuprofen adalah secepat apa obat tersebut bekerja, kemudian bagaimana kerjanya, dan juga reaksinya bisa bertahan berapa lama. Selain itu bisa pula kita perhatikan dari sisi efek sampingny bagi tubuh setiap orang yang minum. Lalu dari semua perbedaan tersebut mana yang harus kita pilih apakah paracetamol atau ibuprofen saja, yuk kita ulas.

Perbedaan yang Bisa Kamu Jadikan Acuan Memilih Paracetamol Ibuprofen

Dalam memilih paracetamol ibuprofen sebenarnya kita tak boleh sembarangan. Mengingat ini demi kebaikan kesehatan kita dan kecepatan kesembuhan di tengah pandemi ini. Nah berikut ini pertimbangan yang bisa lakukan sebelum menentukan piliha paracetamol atau ibuprofen.

  • Kapan Butuh Paracetamol

Paracetamol secara umum merupakan obat yang akan kita butuhkan untuk mengurangi rasa nyeri, kemudian menurunkan demam pada usia anak maupun dewasa. Namun kamu belum bisa mempercepat kesembuhan dari sakit tersebut hanya  dengan obat ini karena dalam obat ini tidak ada efek percepatan penyembuhan.

Lebih mudahnya begini apabila kamu ingin menghilangkan rasa nyeri akibat kaki keseleo dan bengkak ada baiknya buka paracetamol yang kamu minum. Namun kamu bisa memilih obat yang mengandung anti-inflamasi yang bisa kamu temukan pada aspirin maupun proris. Kemudian bagi kamu yang mengalami nyeri di area punggung bagian bawah juga ada baiknya minum yang mengandung anti-inflamasi aliyar proris atau aspirin.

Sehingga paracetamol sendiri akan sangat efektif kalau kamu minum saat mengalami demam, kemudian batu maupun pilek hingga sakit kepala. Selain itu jika sakit tenggorokan akibat bakteri juga lebih efektif dengan minum paracetamol. Karena terdapat efek enti-piretik yang akan membuat suhu badan menjadi normal kembali secara cepat. Selain jika kamu mengalami nyeri yang tak ada hubungannya dengan otot maka ada baiknya memilih paracetamol daripada ibuprofen.

Sebagai tambahan analisis dari paracetamol, dimana cara kerjanya adalah dengan menghentikan presepsi rasa nyeri dengan memberhentikan lepasnya senyawa kimia pada tubuh. Untuk mengkonsumsinya kamu bisa memilih antara dua yaa yaitu sebelum makan maupun sesudah kamu makan.

  • Kapan Butuh Ibuprofen

Masih bingung paracetamol atau ibuprofen, hmm mari kita perjelas mengenai ibuprofen. Efektifitas kerja dari ibuprofen bergantung dari penyebab nyeri tubuh kamu. Dimana akan efektif apabila nyeri tersebut penyebabnya adalah inflamasi atau adanya peradangan pada tubuh. Secara spesifik Arthritis, cedera, kemudian demam ringan, migraine, lalu sakit gigi dan rematik. Selain itu bisa juga saat kamu mengalami osteoarthritis, kemudian pembekakan yang terjadi karena keseleo dan juga nyeri yang kamu rasa sesaat setelah operasi pembedahan.

Cara bekerja dari ibuprofen ini adalah mulai dari melakukan pemblokiran terhadap produksi senyawa yang serupa dengan hormone prostaglandin yang ada pada darah. Selanjutnya ada cara kerja yang kedua dimana ibuprofen akan mengefektifkan pengurangan inflamasi atau peradangan pada luka sehingga proses sembuhnya akan lebih cepat.

Jika kamu ingin mengkonsumsi dua-duanya sekaligus boleh, namun hanya pada mereka yang cukup umur atau dewasa ya. Kemudian jika kamu ingin ibuprofen bekerja menghilangkan rasa sakit maka kamu bisa tambah dosisnya sesuai kebutuhanmu. Kemudian untuk pengobatan peradangan biasanya akan bekerja efektif apabila kamu minum selama kurang lebih 3 mingguan agar hasilnya lebih memuaskan.

Dan kamu juga perlu menghindari konsumsi ibuprofen secara berkelanjutan yaa karena resiko penyakit jantung bisa terjadi. Apalagi bagi mereka yang baru saja mengambil operasi bypass jantung ada baiknya tidak mengkonsumsi obat ini. Dan untuk dosis pun ada baiknya konsultasikan dengan doktermu secara online agar mendapatkan dosis yang sesuai dengan kebutuhan tubuhmu.

Demikianlah uraian yang bisa kami sampaikan terkait penggunaan paracetamol ibuprofen. Harapannya kamu bisa mengenali gejala yang kamu alami sehingga bisa secara tepat memutuskan minum paracetamol atau ibuprofen nantinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *